Deskripsi
Randomizer kampus itu tidak punya hati. Lima mahasiswa yang tak saling kenal—Raka si ketua perfeksionis, Asha si konten kreator, Damar si filsuf sinis, Lastri si idealis bersenjata jargon, dan Bisma si atlet penakut—dilempar ke Desa Gempita, desa yang katanya berhantu, untuk KKN selama empat puluh hari.
Hari pertama, sinyal mati di bawah Beringin Nglibur. Hari kedua, proposal “Smart Village” Raka kalah telak oleh got mampet Mbah Karto. Hari ketiga, ada yang menangis dari gedung kosong—dan paginya ada jejak kaki yang telapaknya menghadap arah yang salah.
Warga menyebutnya Wewe Gombel. Mereka pikir cuma dongeng penakut anak bujang. Mereka salah. Hantu ini nyata, ia teliti seperti penagih utang, dan ia punya selera khusus: orang-orang kota yang datang mengumbar janji besar lalu pergi diam-diam di malam hari.
Tujuh tahun lalu, satu tim KKN melakukan persis itu.
Sekarang giliran mereka yang ditandai. Pertanyaannya cuma satu: berani tidak mereka menepati janji yang sudah telanjur diucapkan?




Fikri Ramadhan –
Konsepnya unik dan bikin penasaran dari awal sampai akhir. Suka banget!
Ayu Lestari –
Cetakan bukunya rapi, kertasnya enak dibaca. Ceritanya juga bikin baper.
Bagas Nugroho –
Lumayan menghibur, cocok buat teman santai di akhir pekan.