Deskripsi
New York, 11 Mei 1997: seorang juara dunia catur berdiri dari kursinya dan mengakui kalah dari sebuah mesin, dalam sembilan belas langkah, tanpa satu pun alasan untuk bersembunyi. Di papan catur, tidak ada yang bisa disalahkan dan tidak ada yang bisa dirahasiakan — dan justru itu yang membuatnya, selama berabad-abad, menjadi laboratorium berpikir paling jujur yang kita punya.
Buku ini tidak mengatakan bahwa bisnis adalah catur. Klaim itu, tulis penulis sendiri, “gampang dibantah, dan memang layak dibantah.” Klaimnya lebih sempit, dan lebih jujur: cara pecatur berpikir — bukan cara mereka menang — tetap berharga bahkan setelah papannya dilepas. Lewat sebelas bab yang mengikuti dramaturgi satu partai, dari pembukaan sampai endgame, buku ini menelusuri lima kebiasaan mental lewat Morphy, Capablanca, Tal, dan Kasparov di satu sisi, dan Netflix, Nokia, Intel, serta Kodak di sisi lain — sebelum, di halaman-halaman terakhir, jujur mengakui tiga hal yang dimiliki dunia nyata dan tidak pernah dimiliki papan: keberuntungan, informasi tersembunyi, dan lebih dari dua pemain.
Anda tidak perlu bisa catur untuk membaca buku ini. Yang Anda perlukan hanya kesediaan menonton bagaimana orang-orang, di dua dunia yang berjauhan, sampai pada kebiasaan berpikir yang sama.




Ulasan
Belum ada ulasan.