Deskripsi
Ada kemenangan yang membuat kita menangis. Dan ada kekalahan yang justru mengajarkan kita siapa diri kita sebenarnya.
Hana hanyalah seorang anak perempuan dari desa kecil di Tulungagung, dari keluarga yang harus menghitung setiap rupiah. Ia jatuh cinta pada catur, sebuah dunia enam puluh empat petak yang membawanya menempuh perjalanan jauh melampaui apa pun yang pernah ia bayangkan — dari pos kamling kampungnya, hingga arena kejuaraan nasional di seberang pulau.
Tetapi ini bukan kisah tentang catur.
Ini kisah tentang seorang ayah yang bahkan tidak bisa bermain catur, namun mengajari putrinya hal-hal yang jauh lebih besar daripada papan. Tentang kemiskinan yang tidak pernah menghentikan mimpi. Tentang kekalahan yang lebih menyakitkan daripada luka mana pun. Dan tentang sebuah pertanyaan yang membutuhkan bertahun-tahun untuk dijawab: mengapa air mata yang paling dalam justru jatuh bukan saat kita kalah, melainkan saat seseorang yang kita cintai menang?
Pion Kecil adalah novel coming-of-age yang lahir dari kisah nyata. Sebuah perjalanan tentang ayah dan anak, tentang keberanian seorang gadis kecil yang terus melangkah meski berkali-kali jatuh, dan tentang cinta keluarga yang tidak pernah diucapkan tetapi selalu ada di setiap langkah.
Untuk siapa pun yang pernah bermimpi lebih besar dari keadaannya. Untuk siapa pun yang pernah dicintai oleh seseorang yang berjalan beberapa langkah di depannya.
Penulis : Hana Putri Perdana
Hana Putri Perdana lahir sebuah desa kecil di Tulungagung, Jawa Timur. Ia mulai bermain catur sejak kelas dua MI, ketika mengintip kakek-kakek bermain di pos kamling di ujung gang desanya. Bertahun-tahun kemudian — setelah berkali-kali meninggalkan papan dan kembali — ia meraih gelar Women Percasi Master dari Federasi Catur Indonesia, dan mewakili Jawa Timur di berbagai turnamen tingkat nasional.
Pion Kecil adalah novel pertamanya, ditulis berdasarkan kisah nyata perjalanannya sendiri. Ia menulisnya dalam jeda antara dua babak hidupnya — di antara papan catur yang masih menemaninya dan ruang kuliah yang baru saja menyambutnya di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.
Ia bisa dijumpai di Instagram lewat akun @hanaputriperdana.




Ulasan
Belum ada ulasan.